KEPALA KEMENAG KOTA MALANG MEMBEKALI SISWA BARU  MAN 1 KOTA MALANG DENGAN MODERASI BERAGAMA

KEPALA KEMENAG KOTA MALANG MEMBEKALI SISWA BARU MAN 1 KOTA MALANG DENGAN MODERASI BERAGAMA

     Malang (MAN 1 Kota Malang). Rabu, 14 Juli 2021 merupakan hari terakhir pelaksanaan Matsama siswa baru MAN 1 Kota Malang. Di hari terakhir ini, Kepala Kemenag Kota Malang, Bapak Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag. berkesempatan untuk hadir mengisi materi melalui zoom meeting. Materi yang disampaikan oleh yaitu, “Moderasi Beragama”.

     Keberagaman siswa MAN 1 Kota Malang, baik itu keberagaman kultur, etnis, golongan, bahasa, ataupun status sosial, menjadikan penting adanya materi tentang “Moderasi Beragama”. Dalam pemaparan materi Matsama, Bapak Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag mengatakan, “Kita belajar di MAN 1 Kota Malang, dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama, yang tentu ajaran yang disampaikan adalah ajaran Islam yang moderat, yaitu Islam yang Rahmatan lil alamin yang mengajarkan kepada kita agar bisa hidup  berdampingan dengan agama lain, dan tidak bermusuhan.” Lebih lanjut Bapak Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag menyebutkan bahwa ada 4 indikator moderasi Beragama, yaitu (1) komitmen kebangsaan, (2) toleransi, (3) anti kekerasan, dan (4) akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

     Bapak Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag juga berpesan, “Tolong, anak-anakku agar mengimplementasikan moderasi bergama di kehidupan sehari-hari. Tidak hanya ketika kalian di madrasah, tapi ketika kalian di rumah, bahkan ketika sudah luluspun mohon untuk tetap diterapkan.” Beliau juga mencontohkan bahwa di Indonesia pernah terjadi beberapa kali tindakan teroris, hal tersebut mendapat kecaman semua agama, tidak hanya agama Islam saja. “Semua agama itu penuh kasih sayang, tidak ada toleransi terhadap kekerasan yang mengatasnamakan agama. Kita harus selalu menebar kasih sayang dan kedamaian untuk orang lain,” tambah beliau

     Melalui materi “Moderasi Beragama” yang disampaikan oleh Bapak Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag, diharapkan siswa baru MAN 1 Kota Malang mampu memahami hakikat dari moderasi beragama, termasuk indikatornya. Tidak hanya paham mengenai teori, namun juga mampu untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di madrasah dan masyarakat, baik ketika masih menjadi siswa MAN 1 Kota Malang, maupun ketika sudah lulus nantinya. (Humas)