Ada yang berbeda dari suasana siang di MAN 1 Kota Malang, pada Jumat, 29 Agustus 2025. Ada semangat yang menyala di hati para guru dan pegawai. Mereka berkumpul, menyambut kedatangan sosok yang selama ini dikenal tegas namun meneduhkan: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I
Kunjungan beliau menjadi momentum penting dalam perjalanan Zona Integritas (ZI) di MAN 1 Kota Malang. Di tengah dinamika dan tantangan reformasi birokrasi, Kakanwil hadir dengan satu misi kuat: menguatkan kembali nilai-nilai integritas dari dalam hati setiap insan madrasah.
Dengan gaya tutur khas yang penuh makna, beliau menyampaikan pembinaan guna mengajak seluruh guru dan ASN untuk menata hati, karena dari sanalah semua niat dan tindakan bermula. “Menjadi guru berintegritas,” ujar beliau, “bukan hanya soal menjalankan aturan, tapi bagaimana kita menjaga kemurnian hati dalam setiap langkah.”
Di hadapan para pendidik, beliau mengurai \ prinsip utama yang menjadi bekal moral sekaligus spiritual dalam mengemban amanah profesi: hati yang bersih, niat yang lurus, dan tindakan yang mencerminkan keteladanan.
Beliau mengingatkan bahwa shalat wajib dan sunnah bukan sekadar rutinitas, melainkan sumber kekuatan dan keteguhan hati. Dari shalat, seorang guru mendapatkan energi spiritual untuk tetap jujur, adil, dan istiqamah di tengah tekanan pekerjaan.
Beliau juga menekankan pentingnya menjauhkan diri dari segala hal yang haram, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam lisan dan sikap. Tidak memfitnah, tidak menggunjing, dan tidak mendzalimi adalah prinsip dasar integritas yang seringkali terlupakan, namun justru paling menentukan kepercayaan dan martabat seorang ASN.
Dalam hal relasi dan emosi, Kakanwil mengajak seluruh pendidik untuk memaafkan, bukan karena lemah, tapi karena itulah bentuk kendali diri yang tertinggi. “Orang yang hebat,” ujarnya, “bukan yang bisa mengalahkan orang lain, tapi yang mampu mengalahkan dirinya sendiri.”
Keteguhan untuk bersyukur atas setiap takdir Allah, bahkan ketika tidak sesuai harapan, menjadi pelajaran lain yang beliau sampaikan. Sebab di situlah letak ujian ikhlas dan ridha yang membentuk karakter kuat dalam sunyi, jauh dari pujian.
Satu hal yang tak kalah penting adalah kemampuan untuk menghormati dan menghargai siapapun, tanpa melihat jabatan, usia, atau latar belakang. Inilah akhlak mulia seorang pendidik sejati yang mampu menjadi cermin keteladanan, baik di dalam maupun di luar kelas.
Dan di tengah persiapan menuju Penilaian Zona Integritas oleh Tim Penilai Nasional, beliau menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan soliditas tim. Bahwa integritas bukan hanya dinilai dari momen penilaian, tapi dari keberanian untuk tetap tegak di jalur yang benar, bahkan ketika tak ada yang melihat.
Dengan suara mantap, beliau menegaskan bahwa integritas sejati tumbuh dari kejujuran terhadap diri sendiri, bukan karena pengawasan atau penghargaan. Ia adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Allah, kepada bangsa, dan kepada generasi yang sedang kita didik.
Dr. Sutirjo,M.Pd selaku Kepala MAN 1 Kota Malang pun menyambut baik pesan tersebut, dan dalam arahannya mengingatkan bahwa meskipun jadwal TPN belum turun, seluruh tim harus tetap sigap dan bergerak dengan strategi yang terarah. Zona Integritas bukan hanya soal momen penilaian, tetapi proses panjang membangun budaya kerja yang bersih dan melayani.
Tak hanya pembinaan, hari itu juga menjadi momen haru bagi keluarga besar MAN 1 Kota Malang. Tiga sosok inspiratif dilepas dengan penuh penghormatan: Hj. Ismiati Mahmudah, Hj. Hidayatus Shibyanah, dan Hj. Nur Laila. Ketiganya telah menorehkan jejak panjang dalam dunia pendidikan, dan kini berpindah dari ruang pengabdian ke ruang kenangan karena telah mencapai masa purna tugas.
Di akhir acara, satu kesan yang tertinggal begitu kuat: Zona Integritas bukan hanya dokumen dan papan nama. Ia adalah komitmen yang hidup di dalam hati, terlihat dalam cara kita bersikap, berbicara, dan melayani. Dan hari itu, MAN 1 Kota Malang kembali diingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari dalam diri.