SANTRI MDH MAN 1 KOTA MALANG  GELAR LAILAH QIRA’ATIL KUTUB

SANTRI MDH MAN 1 KOTA MALANG GELAR LAILAH QIRA’ATIL KUTUB

     Malang (MAN 1 Kota Malang). Sekbid Ta’lim Kitab Ma’had Darul Hikmah mengadakan Lailah Qira’atil Kutub perdananya setelah pandemi sekaligus di kegiatan mingguan terakhir sebelum Ujian Akhir Semester, (Sabtu, 20 November 2021). Pada dasarnya Lailah Qira’atil Kutub ini merupakan kegiatan yang dirancang guna menunjukkan dan/atau menguji santri MDH dalam membaca kitab kuning terutama bagi santri kelas Takhosus yang setiap harinya belajar membaca kitab kuning dengan menggunakan metode al Miftah dari Sidogiri. Namun kali ini sedikit berbeda, di samping menunjukkan dan/atau menguji santri MDH dalam membaca kitab kuning, sekbid Ta’lim yang dikoordinatori Ustazah Halimatus Sa’diyah dan Ustazah Fufut Indasari membuat rangkaian baru yaitu kreasi nazam al Miftah dan renungan santri dengan tujuan agar santri semakin semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

     Lailah Qira’atil Kutub perdana ini dikhususkan bagi santri Takhosus A dan B yang saat ini sudah memelajari kitab al Miftah lil Ulum jilid 1 sampai 4. Mereka terdiri dari 9 santri putri dan 2 santri putra kelas 12. Kesebelas santri tersebut diuji untuk membaca kitab Fathul Qarib dengan sekaligus menganalisis kata dan susunan kalimatnya langsung oleh Mudir Ma’had Darul Hikmah MAN 1 Kota Malang, Ustaz H. Syarifuddin. Dengan lancar mereka satu persatu bergiliran maju secara acak untuk membaca maqra’ (teks) yang sudah ditentukan penguji (masing-masing santri berbeda dan tidak dapat memilih sendiri). Dari semua tampilan santri Takhosus A dan B, hampir 90% mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Mudir MDH.

     Pengisi acara seperti kreasi nazam dan paduan suara untuk renungan kali ini diambil dari santri MAPK dan Takhosus E yang masih kelas 10 sebagai pembelajaran bagi mereka. Kreasi nazam yang dibawah oleh santri putra di awal kegiatan membawa semangat bagi santri MDH yang lain. Mereka menggunakan peralatan dapur sebagai iringan nazam yang dibaca. Sebaliknya, renungan santri yang dibawakan oleh santri putri di akhir kegiatan sangat membawa suasana haru baik bagi santri MDH maupun wali santri yang menyaksikan melalui streaming YouTube MDH.

     Harapannya dengan adanya kegiatan ini, santri MDH semakin semangat dalam memelajari kitab kuning dan lebih giat lagi untuk belajar membaca kitab kuning agar kelak dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.(Humas)